Hey anda,
aku bukan ingin mengatakan aku yang terbaik untukmu...
aku juga tidak mengatakan aku seorang yang sempurna untukmu..
tapi dengarkanlah..
niatku hanya satu,
jika memang bersamaku anda akan lebih baik,
jika memang bersamaku anda menjadi bertambah baik,
jika memang bersamaku anda semakin baik,
aku akan dengan senang hati berada disampingmu,
Tahukah anda?
aku tak begitu menyukai air mata walau aku kerap kali mengeluarkannya,
aku tidak begitu menyukai kesedihan walau aku sering merasakannya,
tapi diantara kesedihan dan air mataku,
hal yang paling membuatku terpukul adalah..
saat aku melihatmu bersedih,
saat aku mengetahui kau tak bahagia,
saat aku mengetahui kau sedang ditimpa duka,
saat aku mendengar getar ngilu pada suaramu,
saat aku menyentuh bahumu yang bergetar menahan amarah,
Sadarkah anda?
duka yang kau rasakan, aku juga merasakan,
sedih yang kau rasakan, aku juga merasakan,
amarah yang kau sembunyikan, aku tahu itu,
tapi aku tak bisa berbuat apa-apa
hanya berada didekatmu dan mendukungmu,
karena hanya semangat yang aku miliki,
karena hanya senyum yang aku punyai,
yang bisa aku berikan untuk meredakan kemarahan,
yang bisa aku tunjukkan untuk mendukungmu,
yang bisa aku lakukan untuk membuatmu bangkit,
Dan sekarang,
aku masih sama,
aku akan selalu disini untukmu,
jika lelahmu, sedihmu, amarahmu, dukamu dan sepimu datang
kau boleh meminta orang yang tak bisa apa-apa ini...
untuk menyemangatimu,
untuk mendukungmu,
untuk menjagamu,
karena hanya itu yang bisa aku lakukan,
karena hanya itu yang bisa aku berikan,
Saturday, April 6, 2013
Friday, March 29, 2013
Ditantang Diri Sendiri
Sedikit bingung waktu ada orang yang berkata "ditantang diri sendiri", tapi sekarang aku tahu maksudnya.
Yah, gak muluk2 mengartikan ataupun menjadi puitis. Itu kalimat kayak jadi cambuk yang susah banget dipegang. Saat bener2 butuh semangat dan ada niat, cambuknya terasa banget berusaha ngebantu selama proses. Tapi kalo cuma niat tanpa ada semangat plus usaha, yah.. seakan ngeliat itu cambuk tergantung lima meter dari kepala. Jangankan mau buat nyambuk, nyampe buat megangnya aja diluar jangkauan.
Bener sih ajaran orang tua dari jaman dulu. Disiplin itu bener2 bermanfaat. Yah, gak bohong sih. Aku juga udah ngerasain yang namanya pemaksaan disiplin dari kecil, terasa banget manfaatnya diwaktu2 yang mendesak dan terdesak. Tapi begitu kebiasaan disiplin berubah trus berganti sama "memanjakan diri", bukan kita yang mendesak waktu, tapi waktu yang mendesak kita dan terus mengejar2 kita.
Berubah itu tidak pernah ada kata terlambat, mungkin hanya penyesalan udah menyia2kan begitu banyak waktu tanpa berbuat banyak yang bisa berguna untuk diri sendiri maupun orang-orang disekeliling kita. Aku juga bukan orang yang sempurna yang selalu memanfaatkan waktu dengan baik, tapi setidaknya aku masih berusaha untuk mengendalikan diri untuk tidak bermain2 dengan waktu. Terlalu banyak pengalaman yang aku dapat karena bermain2 dengan waktu dan itu bukan hanya menimbulkan penyesalan tapi juga kehilangan yang tidak dapat dikembalikan.
Yah, setidaknya karena waktu banyak hal yang aku pelajari. Bagaimana menghargai waktu, bagaimana memanfaatkan waktu, bagaimana menjalani kehidupan dengan waktu. Waktu juga yang telah mengijinkan aku bertemu dengan orang tuaku, keluargaku, teman-temanku dansahabat2ku yang berharga, juga dia orang yang aku sayangi.
Ya Allah, waktu adalah rahasiaMu. Aku takkan pernah tahu apa yang akan terjadi satu jam lagi, satu menit lagi bahkan satu detik kedepan. Hanya, aku berharap, aku bukan menjadi hambaMu yang menyia2kan waktu. Aamiin....
Again Today
Dear Friday,
once again, today i feel lose..
i'm not lose for someone but again, i lose for myself
I can't handle my emotion..
I can't bear what my mind told me..to control me..
I lose again...
I lose for my heart..
I feel sad for to much thing...
I feel sad for being weak...
I feel sad for not able make decision...
I feel sad because my emotion control me....
I'm not the perfect one to choose my way
But i'm one of people that try to choose my own way
I enjoy my way, but everytime i challenge myself,
I lose my identity,
Dear friday...
you know what happen to me...?
*Just try writing in english
once again, today i feel lose..
i'm not lose for someone but again, i lose for myself
I can't handle my emotion..
I can't bear what my mind told me..to control me..
I lose again...
I lose for my heart..
I feel sad for to much thing...
I feel sad for being weak...
I feel sad for not able make decision...
I feel sad because my emotion control me....
I'm not the perfect one to choose my way
But i'm one of people that try to choose my own way
I enjoy my way, but everytime i challenge myself,
I lose my identity,
Dear friday...
you know what happen to me...?
*Just try writing in english
Tuesday, March 26, 2013
Sekedar Coretan
Teman,
Ada kalanya saat kita merasa benar, kita sedang diuji dalam kesalahan
Dan saat kita merasa kita salah, kita sedang diuji dalam kebenaran
Bukan mengadu atau meneriakkan “tak suka” yang dapat memecahkan masalah
Bukankah ada baiknya kita memastikan apa yang sedang terjadi?
Seperti sekarang,
Saat tanganku berusaha meraih apa yang aku yakini benar,
Sedikit demi sedikit aku tersadarkan akan kesalahan masa lalu yang aku buat,
Saat aku melangkahkan kaki untuk memperbaiki kesalahan yang aku buat,
Aku menyadari kemana sebaiknya aku melangkah,
Teman,
Tahukah dirimu kalau aku menyayangimu,
Aku menghargaimu seakan aku akan lemah tanpamu,
Aku menyayangimu seakan aku takut melihatmu bersedih,
Aku menjagamu seakan aku takut melihatmu terluka,
Aku mempercayaimu seakan dirimu pemegang amanah yang teguh,
Teman,
Aku tidak berhak atas waktumu,
Aku tidak berhak atas senyummu,
Aku tidak berhak atas tangismu,
Tapi,
Aku ingin menjagamu di waktu-waktu susahmu,
Aku ingin berada didekatmu saat waktu membuatmu bersedih,
Aku ingin menjaga senyummu untuk tetap ada disana
Aku ingin menyediakan bahu disaat tangismu,
Teman,
Hargailah apa yang kau punya,
Jagalah yang kau punya,
Perhatikanlah yang kau punya,
Hanya saat kau kehilangannya,kau akan sadar betapa berharganya ia.
Ada kalanya saat kita merasa benar, kita sedang diuji dalam kesalahan
Dan saat kita merasa kita salah, kita sedang diuji dalam kebenaran
Bukan mengadu atau meneriakkan “tak suka” yang dapat memecahkan masalah
Bukankah ada baiknya kita memastikan apa yang sedang terjadi?
Seperti sekarang,
Saat tanganku berusaha meraih apa yang aku yakini benar,
Sedikit demi sedikit aku tersadarkan akan kesalahan masa lalu yang aku buat,
Saat aku melangkahkan kaki untuk memperbaiki kesalahan yang aku buat,
Aku menyadari kemana sebaiknya aku melangkah,
Teman,
Tahukah dirimu kalau aku menyayangimu,
Aku menghargaimu seakan aku akan lemah tanpamu,
Aku menyayangimu seakan aku takut melihatmu bersedih,
Aku menjagamu seakan aku takut melihatmu terluka,
Aku mempercayaimu seakan dirimu pemegang amanah yang teguh,
Teman,
Aku tidak berhak atas waktumu,
Aku tidak berhak atas senyummu,
Aku tidak berhak atas tangismu,
Tapi,
Aku ingin menjagamu di waktu-waktu susahmu,
Aku ingin berada didekatmu saat waktu membuatmu bersedih,
Aku ingin menjaga senyummu untuk tetap ada disana
Aku ingin menyediakan bahu disaat tangismu,
Teman,
Hargailah apa yang kau punya,
Jagalah yang kau punya,
Perhatikanlah yang kau punya,
Hanya saat kau kehilangannya,kau akan sadar betapa berharganya ia.
Sunday, January 15, 2012
Akhirku kali ini
Sejak memulai perjalanan kali ini aku sudah ragu akan mendapatkan hasil
yang maksimal....
Tapi
sesorang selalu berkata padaku "coba, nak..jangan menyerah untuk hasil
yang belum kau dapat"....
Aku berusaha
untuk tetap bertahan dengan kondisi fisik yang entah mengapa semakin hari
semakin membuatku lemah...
Aku berusaha
untuk tetap tertawa walaupun dalam dada ini sangat sulit sekali oksigen
mengalir...
Aku berusaha
terus berjalan walaupun detak jantungku sudah memintaku untuk berhenti....
Aku mau
mencoba...aku mau terus maju...walaupun dengan memaksa kedua organ yang aku
tahu sudah semakin lemah...
Aku senang
jika masih ada orang yang mau berbicara denganku...
Aku senang
jika masih ada orang yang mau mendengarkanku....
Tapi maafkan
aku teman....aku tidak mau kalian tahu.....
Biarkan aku
yang hanya merasakan rasa sakit ini....hanya aku yang tahu apa ini....
Teman....aku
senang jika melihat kalian tersenyum..karena bagiku...senyummu sangat
istimewa...
Aku mohon
jangan pernah bertanya kepadaku "kenapa??"karena aku tak akan pernah
mau menjawab....
Aku
senang..aku senang sekali....aku bisa membuktikan nasihat seseorang itu
kepadaku...
Dengan
keterbatasan yang menjadi dinding penghalang...aku masih bisa bertahan walau
hasilnya tak maksimal..
Aku sangat
senang...karena aku masih bisa memberikan hasil yang tak begitu mengecewakan...
Tahukah
sobat???........
Perjalanan
kali ini sangat berat bagiku....tapi juga sangat menyenangkan...
Aku yang
sakit ini msih diberi kesempatan untuk sejajar dengan kalian...
Aku yang
sakit ini masih diberi kemampuan untuk bertahan....
Aku sangat
bersyukur kepadaNya..kemurahanNya lah yang membuatku bertahan...
Ujian
diperjalanan kali ini sangat menyenangkan...
Walaupun
rasa sakit itu datang saat aku tak siap....aku tetap senang...
Walaupun aku
harus "berteman" dengan rasa sakit itu...aku senang..karena itu bukti
aku masih hidup...
Teman....
Kelegaan
sedikit aku rasakan sekarang....aku bisa bertahan....
Aku bisa
buktikan..dengan tubuh "sakit" ini aku masih bisa memberikan yang
terbaik...
Aku mau
mencoba...aku tak mau menyerah..kecuali itu harus....
Aku mau
berteman dengan rasa sakit itu....walaupun menyakitkan...aku mau mengenalnya...
Aku...mau
bertahan sampai akhirnya aku tak sanggup lagi.............
Terima
Kasih teman........
30 juni 2011
Untitled
Hitam bayang dalam dekap malam
Nyanyian hening mengiring sunyi
Mengisahkan luka pahit getir
Kadang hanya prasangka yang bernama khilaf
Namun kalbu telah luka,binasa
Seperti kisahnya yang diterbangkan angin
Seperti sapa menusuk tulang,menghancurkan syaraf
Getir duka terkecap,menumpuk lara bersama dekade
Tangis pilu,isak sakit mengetuk tanpa sebab
Nyata yang datang tanpa daya dan gusar
Tahukah..kala itu aku hanya seorang diri
Mengucap bahagia dalam dekapan luka
Yang menepis,menghempas awan
Membuat jatuh,melunakkan tulang dan meringis
Dibisikannya dengan elok…..just cry!!!!
Lalu apa yang akan ditampakkan jiwa?
Setetes air mata sesal?ataukan cucuran darah nan gagah?
29 Desember,2010
Friday, January 13, 2012
Dan Hari Ini..
Rasanya seperti anak kecil yang dibohongi oleh orang tua sendiri. Mengatakan bahwa ini tidak apa2, itu baik2 saja, seperti ini tidak apa2, karena kami akan tetap membelamu. Tapi apa? Disaat anak kecil ini mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, orang tuanya tak peduli. Orang tuanya mengatakan bahwa ini adalah pembelajaran, bahwa ini adalah sebuah hal yang harus kau alami untuk tahu. Tapi tidak tahukah mereka sifat anaknya? Anak itu tidak bisa melupakan yang ia alami, hanya satu kali sudah cukup untuk membuatnya menderita selamanya atau hanya satu kali saja untuk membuatnya bahagia selamanya. Anak itu, benar2 tidak mengerti, kenapa orang tuanya tidak mau membiarkannya memilih dengan bantuan mereka. Kenapa anak itu harus mengikuti instingnya. Orang tuanya selalu menutupi apa yang akan terjadi jika ia seperti itu. Ya, dan sekarang anak itu akan menderita selamanya,selama ia masih mengingat hal yang bahkan ia tak inginkan.
Seperti itulah perumpamaan yang melukiskan hancurnya dia, gadis yang selalu hidup mengikuti kata hatinya, tiba2 ia tidak bisa lagi. Pikirannya yang memimpinnya mengambil keputusan, pikirannya yang mengatakan hal ini baik2 saja. Dia selalu berpikir bagaimana membahagiakan orang lain, bagaimana ia dapat berguna untuk orang lain. Dia tidak peduli jika akhirnya ia harus mengalami rasa pahit yang bahkan bukan untuknya. Rasa pahit orang tersayang disekelilingnya membuatnya menderita. Dia selalu berpikir dan berpikir, tanpa merasakan apa yang sebenarnya ia inginkan. Pikirannya telah mengelabuinya. “tidak apa2” adalah hal yang selalu ia pikirkan. “aku tidak apa2..aku baik2 saja..aku tidak merasakan apa2”, hanya itu yang ada didalam dirinya.
Dan hari itu tiba, saat hatinya telah berhasil mengambil alih dirinya, hatinya yang membantu merasakan, hatinya yang membantunya untuk bertahan. Dan dia, yang ia rasakan adalah sangat tak pantas untuknya. Ia marah, Ia cemburu, Ia tak mau melepaskannya. “Ada apa ini?” hanya sesuatu yang keluar dari mulutnya. Ya, aku bodoh, aku bodoh, aku bodoh. Sejak kapan aku merasakan hal terkutuk ini?sejak kapan aku membuka hatiku?sejak kapan aku berani melanggar perintah kakak? Ya, hatinya telah memilih dan dia tak menyadarinya. Dan pikirannya, hanya berkata “aku tidak tahu, aku hanya membantu untuk kebahagiaan dan niatmu, aku tidak berhubungan dengan hatimu”. Dan apa yang harus ia lakukan sekarang, hatinya meraung memohon untk kebahagiannya, hatinya telah memilih untuk bahagia, tapi pikirannya tidak mau mendukungnya. Hati dan pikirannya berperang demi mendapatkan keinginan atas diri gadis itu. Dan apa yang terjadi dengan gadis itu? Ia bertahan dengan hanya sebuah harapan bahwa dunianya tidak akan hancur karena ia merasakan rasa yang ia tak kenal. Dia menjadi sebuah raga yang kosong karena hati dan pikirannya selalu berperang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan tanpa gadis itu sadari, rasanya semakin besar, rasanya semakin nyata, rasanya selalu ada. Dan sekarang, ia hanya berjalan dengan satu tujuan yang ia harap bisa memnuhi keinginan hati dan pikirannya
“Jika hatiku menginginkannya, aku akan memenuhinya tanpa harus menunjukkannya. Jika hatiku haus berada bersamanya, aku akan berada didekatnya tanpa harus merasakan bahagia yang dibenci pikiranku. Jika pikiranku mau aku tetap sama, aku akan berusaha senormal mungkin didekatnya tanpa membuat hatiku sakit. Jika hatiku sakit karena tak menerima keputusanku, aku akan biarkan pikiranku menguasaiku sekali lagi”
Dan sampai hari ini dia masih merasakannya, setiap waktu yang telah lewat, semuanya masih disimpan oleh pikirannya, masih disimpan dalam locker rapi dengan tanggal dan kejadian yang terjadi. Hatinya sangat senang karena pikirannya mau meluangkan ruang memori untuk kebahagiaan hatinya. Tapi baginya, memori itu sangat menyakitkan, karena sampai hari ini dia masih, dia masih belum bisa menerima kenapa dia bisa merasakan hal istimewa kepadamu. Dia bodoh. Karena bukan mereka yang merasakan, tapi dia...aku.
Subscribe to:
Posts (Atom)
